Garcia vs Benn: Usai Pesta Taruhan Piala Dunia Rp800 Triliun, Kripto Incar Ring Tinju

Garcia vs Benn: Usai Pesta Taruhan Piala Dunia Rp800 Triliun, Kripto Incar Ring Tinju

Pertarungan pertahanan gelar Ryan Garcia melawan Conor Benn pada 12 September bakal digelar saat pasar prediksi kripto, yang baru saja mencatat volume sekitar US$50 miliar di ajang Piala Dunia, mulai mengarahkan bidikan ke dunia tinju.

Poin Utama:

  • Garcia mempertahankan sabuk welter WBC melawan Benn pada 12 September di T-Mobile Arena, Las Vegas.
  • Pasar prediksi kripto membukukan rekor volume selama Piala Dunia, dengan olahraga jadi motor utama transaksi.
  • Polymarket dan Kalshi kini menyalip sportsbook konvensional, dan laga perorangan seperti tinju jadi target berikutnya.

Duel Garcia–Benn Resmi Digelar

Dana White dan Oscar De La Hoya mengonfirmasi duel kelas welter ini pada Rabu, menutup berminggu-minggu negosiasi buntu antara dua kubu promotor yang sudah lebih dari dua dekade berseteru. Jadwal pertarungan bertepatan dengan akhir pekan Hari Kemerdekaan Meksiko. Laga ini juga menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya kubu Golden Boy milik De La Hoya dan Zuffa Boxing milik White berbagi kartu dalam rivalitas panjang yang kerap panas.

Garcia dibuka sebagai unggulan sekitar 3 banding 1 atas Benn. Ia merebut sabuk WBC dari Mario Barrios pada Februari lalu, dan kini menjalani pertahanan gelar perdana dalam kartu yang disiarkan global via Paramount+ dan eksklusif di DAZN untuk penonton di Inggris dan Irlandia.

Artikel Terkait: Solana Kembali Tembus $77 Saat Lonjakan Volume DEX $4,15 Miliar Uji Tren Bullish

Taruhan di Polymarket Lampaui Sportsbook

Laga ini datang di tengah perubahan besar cara penggemar memasang taruhan. Polymarket dan Kalshi, dua platform prediksi berbasis kripto, mengungguli sportsbook tradisional sepanjang Piala Dunia, ketika aplikasi judi besar justru memuncak lebih awal lalu melemah.

Kalshi membukukan sekitar US$31 miliar pada Juni, melompat lebih dari 70% dibanding Mei, sementara bursa global Polymarket mencetak rekor sekitar US$10,8 miliar, dengan olahraga menjadi sumber utama arus transaksi.

Kedua platform berjalan di infrastruktur kripto, dan bursa global Polymarket menyelesaikan transaksi dalam USDC (USDC), bukan dolar tunai.

Regulator kini memperlakukan kedua pemain utama tersebut sebagai designated contract market, status yang menarik aktivitas prediksi semakin dekat ke arus utama keuangan dan menenangkan kekhawatiran institusi yang sebelumnya enggan masuk.

Segmen olahraga kini menjadi penggerak mayoritas aktivitas di kedua platform, dan Polymarket sendiri mencatat ribuan pasar aktif yang mencakup liga, turnamen, hingga partai tunggal. Firma-firma Wall Street membentuk desk khusus untuk memperdagangkan instrumen di kedua bursa ini. Platform tersebut juga menarik gelombang besar pendatang baru, dengan porsi signifikan perempuan, yang setahun lalu nyaris tak tercatat di aplikasi taruhan sejenis.

Pasar Prediksi Mengubah Lanskap Taruhan

Pergeseran ini menjangkau penggemar tinju biasa, bukan hanya trader profesional. Odds yang bisa diperdagangkan secara real time kini tampil berdampingan dengan lini bookmaker konvensional, dan banyak pihak mulai menganggap harga yang dikumpulkan dari kerumunan ini kredibel, setelah bertahun-tahun keraguan apakah model tersebut dapat menampung likuiditas yang cukup.

Lonjakan ini tergolong baru. Volume bulanan gabungan di dua platform tersebut melonjak dari di bawah US$5 miliar pada September 2025 menjadi sekitar US$24 miliar per April 2026, hampir naik lima kali lipat dalam sekitar tujuh bulan. Kecepatan pertumbuhan itu, ditambah arus dana institusional yang kini mengejarnya, membuat tinju—dan khususnya laga ini—masuk tepat di jalur ekspansi mereka berikutnya.

Baca Juga: SpaceX Pangkas Lebih dari $800 Miliar Saat Saham Jatuh di Bawah Harga IPO

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Garcia vs Benn: Usai Pesta Taruhan Piala Dunia Rp800 Triliun, Kripto Incar Ring Tinju | Yellow