Masa jabatan kedua Donald Trump bertepatan dengan perubahan tajam dalam cara keluarganya menghasilkan uang, dengan mata uang kripto muncul sebagai sumber utama kekayaan baru saat keluarga Trump menghasilkan sekitar $1,4 miliar dari usaha kripto yang diluncurkan selama tahun pertama kembalinya Presiden ke Gedung Putih.
Kripto Menjadi Sumber Uang Baru yang Dominan
Ketika Trump kembali dilantik pada Januari 2025, kondisi keuangan keluarganya sudah terlihat berbeda dibandingkan masa kepresidenan pertamanya.
Di samping properti dan kesepakatan lisensi, keluarga Trump kini mengendalikan perusahaan media sosial terbuka, sebuah platform kripto yang terkait dengan Trump dan putra-putranya, serta koin meme (TRUMP) yang dibangun dengan merek presiden tersebut.
Dalam setahun terakhir, eksposur itu makin meluas, merambah ke penambangan, stablecoin, modal ventura, dan bisnis-bisnis padat aset lainnya.
World Liberty Financial dan Bisnis Stablecoin
Meski ada lonjakan keuntungan dari kripto, perkiraan kekayaan bersih keluarga tetap relatif datar di kisaran $6,8 miliar, menurut laporan Bloomberg. reported
Alasannya adalah penurunan tajam di Trump Media & Technology Group, di mana harga sahamnya turun sekitar 66% dalam 12 bulan terakhir, menghapus banyak keuntungan dari aset digital.
Also Read: The VC Who Called $10K Bitcoin In 2014 Now Forecasts $250K Within Six Months And $10M Long-Term
Meski demikian, kripto telah menjadi mesin utama pendapatan baru.
Keluarga Trump menghasilkan uang melalui penjualan token, kepemilikan saham di perusahaan terkait kripto, dan usaha penambangan Bitcoin (BTC).
World Liberty Financial, sebuah platform yang dikaitkan dengan Trump dan putra-putranya, menjual token senilai ratusan juta dolar, sekaligus meluncurkan stablecoin yang dipatok pada dolar dan telah tumbuh menjadi lebih dari $3 miliar dalam peredaran.
Koin meme bermerek Trump, yang diluncurkan tak lama sebelum pelantikan, menambah ratusan juta dolar lagi dalam nilai estimasi meskipun harga berfluktuasi tajam.
Ekspansi ini terjadi seiring lingkungan kebijakan yang lebih ramah terhadap kripto.
Kebijakan Pro-Kripto
Selama masa jabatan keduanya, Trump menandatangani undang-undang dan menunjuk regulator yang mengurangi tindakan penegakan hukum terhadap industri tersebut, langkah-langkah yang menurut pemerintah bertujuan memposisikan AS sebagai pusat kripto global.
Pada saat yang sama, tumpang tindih antara kebijakan dan keuntungan pribadi menarik sorotan.
Para pengkritik mempertanyakan potensi konflik kepentingan, mengingat sebagian pembeli token tetap anonim dan sejumlah pengusaha kripto yang memiliki hubungan dengan Trump diuntungkan oleh kelonggaran regulasi atau hukum.
Gedung Putih menolak kekhawatiran itu, menegaskan bahwa presiden maupun keluarganya tidak terlibat dalam konflik kepentingan.
Read Next: Bermuda Moves Toward Onchain Economy, Sidesteps Traditional Banking Rails

