Larangan TikTok Di Perangkat Federal Berakhir Setelah DOJ Nyatakan UU 2022 Tak Lagi Berlaku

Alexey Bondarev
Alexey BondarevJul, 18 2026 13:13
DOJ opinion clears the restructured TikTok app for US government devices, ending the 2022 federal ban. (Image: Shutterstock)
DOJ opinion clears the restructured TikTok app for US government devices, ending the 2022 federal ban. (Image: Shutterstock)

Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyatakan pegawai federal kini boleh kembali mengunduh TikTok di perangkat pemerintah, setelah memutuskan bahwa larangan tahun 2022 tak lagi berlaku menyusul pemangkasan kepemilikan ByteDance menjadi 19,9%.

Poin Penting:

  • Kantor Penasihat Hukum DOJ menilai larangan perangkat federal tahun 2022 tak lagi mencakup versi TikTok AS yang sekarang.
  • Investor AS dan global menguasai 80,1% TikTok USDS, sementara ByteDance mempertahankan 19,9%.
  • Tiap lembaga masih boleh memblokir aplikasi di lingkungan kerjanya sendiri.

Pembalikan Larangan TikTok di Perangkat Federal

Kantor Penasihat Hukum DOJ menerbitkan opini hukum setebal 12 halaman pada Jumat yang secara efektif mengizinkan TikTok kembali dipasang di ponsel dinas federal. Ditujukan kepada wakil penasihat presiden, dokumen tersebut berargumen bahwa Kongres “hanya melarang versi TikTok yang memiliki karakteristik kepemilikan bermasalah yang sama.” UU 2022 itu mewajibkan lembaga eksekutif menghapus TikTok dari perangkat dinas, termasuk layanan penerus apa pun yang dimiliki ByteDance.

TikTok di AS kini beroperasi lewat TikTok USDS, sebuah usaha patungan yang dibentuk ketika kesepakatan divestasi tuntas pada Januari, enam bulan sebelum keluarnya opini baru ini. Investor AS dan global mengendalikan 80,1% entitas tersebut, sementara ByteDance memegang sisa saham minoritas.

Meski demikian, tiap lembaga federal tetap berwenang melarang pengunduhan aplikasi di perangkat mereka sendiri untuk alasan manajemen SDM, misalnya menjaga produktivitas pegawai.

Baca Juga: Detroit Lions Kuasai Survei Talenta ESPN — Apa yang Diketahui Pasar Prediksi yang Tak Dilihat ESPN?

Saham ByteDance dan Peran Oracle Cloud

Opini DOJ itu secara eksplisit menyinggung kepemilikan sisa ByteDance, dan menyatakan bahwa porsi minoritas tersebut “tidak membuat perbedaan praktis” bagi keamanan. Oracle, salah satu dari tiga investor utama di usaha patungan itu, menyimpan data pengguna AS di lingkungan cloud domestik miliknya. Perusahaan patungan ini juga berkomitmen melatih ulang algoritma rekomendasi TikTok menggunakan data pengguna AS, serta memberi akses berkelanjutan kepada Oracle untuk meninjau kode sumber.

Namun, skeptisisme masih kuat. Sejumlah legislator mendesak bukti bahwa struktur baru tersebut benar‑benar mengatasi kekhawatiran yang melatari larangan awal. Di saat yang sama, dua investor di Alphabet dan Meta menggugat pemerintah federal terkait kepatuhan kesepakatan ini terhadap UU divestasi.

Pemerintah meminta pengadilan menolak gugatan tersebut, yang hingga kini masih bergulir. TikTok menyatakan struktur usaha patungan akan memperkuat perlindungan bagi pengguna AS lewat pengamanan siber dan kontrol privasi yang lebih ketat. Gedung Putih mengarahkan seluruh pertanyaan mengenai opini baru ini kepada Departemen Kehakiman.

Kongres melarang TikTok di perangkat federal pada akhir 2022, setelah mantan Direktur FBI Chris Wray memperingatkan potensi pemanfaatan ByteDance oleh China untuk mengumpulkan data pengguna. Kongres kemudian menyusul dengan UU “jual atau dilarang” pada 2024 yang dikukuhkan Mahkamah Agung. Donald Trump memilih tak menegakkan aturan itu sementara kesepakatan kepemilikan TikTok—yang kini dipakai sekitar 200 juta warga AS—disusun.

Baca Berikutnya: Prediksi Harga Bitcoin — Bull Bidik $79K, Bear Taruhan $56K, dan Juli Berada di Tengahnya

Alexey Bondarev profile photo

Alexey Bondarev

Alexey Bondarev adalah Kepala Konten di Yellow.com, dan telah meliput dunia kripto selama 10 tahun terakhir. Ia mengkhususkan diri pada artikel Riset dan Belajar yang mendalam, dengan fokus pada pelaporan analitis, konteks industri, serta kekuatan besar yang membentuk kripto, mulai dari era AI dan teknologi keamanan hingga inovasi fintech. Ia percaya bahwa segala sesuatu yang digital akan segera mengungguli segala sesuatu yang analog dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
Larangan TikTok Di Perangkat Federal Berakhir Setelah DOJ Nyatakan UU 2022 Tak Lagi Berlaku | Yellow