iPhone Lipat Tertahan di Balik Tumpukan Chip Apple Senilai US$1 Miliar yang Belum Jadi

Apple's iPhone 18 Pro is tipped for a 35% narrower Dynamic Island, seamless rear glass and a new Dark Cherry color. (Image: Shutterstock)
Apple's iPhone 18 Pro is tipped for a 35% narrower Dynamic Island, seamless rear glass and a new Dark Cherry color. (Image: Shutterstock)

Sekitar US$1 miliar prosesor Apple dilaporkan mangkrak di pabrik chip karena kekurangan memori, memperlambat perakitan iPhone 18 Pro dan debut iPhone lipat pertama perusahaan.

Poin Penting:

  • Wafer A20 Pro yang sudah jadi menumpuk di TSMC karena chip memori untuk pengemasan belum tersedia.
  • Foxconn dan BYD punya waktu lebih sempit membangun stok awal, meningkatkan risiko masa tunggu lebih panjang setelah September.
  • Upaya Apple mengamankan memori murah dari Cina gagal di harga, membuat pasokan ketat hingga tahun depan.

Kekurangan Memori Menghambat Chip A20 Pro

Jurnalis yang berbasis di Taipei, Tim Culpan, melaporkan pada Kamis bahwa wafer A20 Pro yang sudah selesai diproses menumpuk di TSMC karena memori yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pengemasannya belum juga datang.

Menurut sumber rantai pasokannya, yield chip ini tinggi dan kualitas bukan masalah. Sumbatan murni terjadi di sisi memori, bukan di foundry.

Seluruh proses hilir berhenti sampai tahap pengemasan itu terurai.

Prosesor pertama Apple di node N2 TSMC ini tidak mengalir ke tahapan berikut sebagai chip telanjang, karena memori langsung dibonding di level wafer, bukan disolder kemudian. Langkah yang dikenal sebagai Wafer-Level Multi-Chip Module ini menggantikan kemasan fan-out yang selama sekitar satu dekade diandalkan TSMC, dan oleh Culpan digambarkan sebagai “CoWoS versi mobile”. Tanpa A20 Pro yang sudah dikemas, tak ada papan logika; tanpa papan logika, tak ada ponsel.

Baca juga: iPhone 18 Pro Max Bisa Jadi yang Pertama dengan Chip 2nm Apple, 15% Lebih Kencang

Foxconn dan BYD Dikejar Waktu

Foxconn dan BYD dari Cina menangani perakitan papan logika dan perakitan akhir untuk lini iPhone terbaru di pabrik mereka di daratan. Culpan memperkirakan TSMC saat ini menahan sekitar US$1 miliar prosesor Apple yang tidak bisa maju ke tahap berikut, membuat kedua perakit itu kehilangan “run-up” waktu untuk membangun stok buffer yang biasa disiapkan guna memenuhi pesanan hari peluncuran.

Apple dan para mitra manufakturnya masih yakin mampu memenuhi lonjakan permintaan di akhir pekan pembukaan. Kekhawatiran justru bergeser ke risiko masa tunggu daring yang memanjang dan rak toko yang cepat kosong beberapa pekan setelah September.

Para perakit mendapat informasi bahwa perusahaan menargetkan produksi sekitar 200 juta unit sepanjang satu generasi produk, mencakup iPhone lipat Ultra, iPhone 18, dan iPhone 18 Pro.

Jadwal iPhone Lipat Kian Diragukan

Titik terang tampak masih jauh, karena produsen memori mengalihkan kapasitas ke chip server yang marginnya jauh lebih tinggi ketimbang DRAM untuk ponsel. Upaya Apple mengamankan pasokan lebih murah dari pemasok Cina CXMT kandas di soal harga, memaksa Apple bertumpu terutama pada Micron, dengan volume tambahan yang lebih kecil dari SK Hynix dan Samsung.

Proyek iPhone lipat sendiri sudah berbulan-bulan diselimuti laporan produksi yang saling bertentangan, mulai dari uji perakitan percobaan pada April hingga pengujian ketahanan engsel yang menghambat peningkatan volume pada Mei.

Laporan rantai pasok pada Juli menyebut tahap validasi rekayasa tertinggal satu hingga dua bulan. Namun kebocoran informasi pada 3 Agustus membantah hal tersebut, menyatakan masalah skala produksi sudah teratasi tanpa perlu desain ulang. Apple masih diperkirakan akan memperkenalkan perangkat ini pada September dengan desain lipat ala buku, layar dalam sekitar 7,8 inci, dan banderol di atas US$2.000.

Baca selanjutnya: Bitcoin Bisa Ubah Ketakutan Ekstrem Jadi Bahan Bakar untuk Reli ke US$75.000

Alexey Bondarev profile photo

Alexey Bondarev

Alexey Bondarev adalah Kepala Konten di Yellow.com, dan telah meliput dunia kripto selama 10 tahun terakhir. Ia mengkhususkan diri pada artikel Riset dan Belajar yang mendalam, dengan fokus pada pelaporan analitis, konteks industri, serta kekuatan besar yang membentuk kripto, mulai dari era AI dan teknologi keamanan hingga inovasi fintech. Ia percaya bahwa segala sesuatu yang digital akan segera mengungguli segala sesuatu yang analog dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
iPhone Lipat Tertahan di Balik Tumpukan Chip Apple Senilai US$1 Miliar yang Belum Jadi | Yellow