Rakuten mencatatkan Ripple (XRP) di platform dompetnya pada 15 April, mengintegrasikan token tersebut ke dalam ekosistem pembayaran yang melayani 44 juta pengguna di seluruh Jepang.
Detail Integrasi XRP Rakuten
Perusahaan e-commerce terbesar di Jepang menambahkan XRP ke Rakuten Wallet untuk perdagangan spot bersama Stellar (XLM), Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB) dan Toncoin (TON).
Integrasi ini terhubung ke Rakuten Pay, memungkinkan pengguna mengonversi Rakuten Points menjadi XRP melalui bursa berlisensi FSA, lalu memuat saldo tersebut ke Rakuten Cash untuk dibelanjakan di lebih dari 5 juta lokasi merchant.
Mekanisme ini bekerja sebagai jembatan. Pengguna tidak pernah memegang XRP secara langsung di titik penjualan, dan pedagang menerima yen, bukan kripto. Lebih dari 3 triliun Rakuten Points, yang bernilai sekitar US$23 miliar, memenuhi syarat untuk dikonversi, tetapi permintaan tetap terkunci dalam ekosistem loyalitas perusahaan.
Rakuten Wallet beroperasi di bawah lisensi FSA dan keanggotaan JVCEA, mengikuti jalur regulasi yang sudah ditempuh oleh SBI Holdings.
Juga Baca: Polymarket Investigates Startups Accused Of Enabling Insider Copy-Trading
Perdebatan Adopsi XRP
Angka utama 44 juta pengguna sedikit melebih-lebihkan dampak praktisnya. Sebagian besar transaksi dialirkan melalui infrastruktur XRP secara tak terlihat, mengonversi poin menjadi yen di latar belakang tanpa mengharuskan pengguna berinteraksi langsung dengan kripto.
Ini adalah pembaruan fitur pembayaran yang dibangun di atas teknologi blockchain, bukan kasus puluhan juta konsumen yang memilih membeli dan menyimpan XRP.
Ekosistem Rakuten yang lebih luas mencakup lebih dari 100 juta ID anggota, dan perusahaan menerbitkan sekitar 620 miliar poin hanya pada tahun 2022. Integrasi fintech Rakuten Bank yang direncanakan, disorot pada rapat umum tahunan perusahaan 27 Maret, dapat membuka konversi fiat-ke-XRP tanpa hambatan di 17 juta rekening bank pada kuartal III 2026.
Konteks Pasar
XRP menghadapi tekanan derivatif yang signifikan dalam beberapa minggu terakhir. Open interest perpetual turun 71% dari 7 miliar menjadi 2 miliar token, sementara volume perdagangan di Binance turun ke level terendah sejak 2025. Secara terpisah, analis Ali Martinez telah mengidentifikasi pola segitiga naik selama sembilan tahun pada grafik XRP, menunjukkan area US$0,75–US$0,80 sebagai zona support potensial sebelum pergerakan lebih besar.
Baca Selanjutnya: Claude Mythos Becomes First AI To Complete Simulated Corporate Network Attack






