Ethereum (eth) funding rate di Binance telah naik ke level tertingginya di 2026, menyoroti meningkatnya optimisme di kalangan trader derivatif meskipun kelemahan di pasar kripto masih berlanjut.
Tingkat Pendanaan ETH
Data dari platform analitik on-chain CryptoQuant menunjukkan tingkat pendanaan Ethereum di Binance telah naik ke 0,00087, bacaan terkuat yang tercatat tahun ini. Kenaikan ini mengisyaratkan meningkatnya permintaan posisi long dengan leverage, dengan para trader bertaruh pada pemulihan jangka pendek bahkan ketika volatilitas terus menekan harga.
Menurut analis Arab Chain, lonjakan ini mencerminkan ekspektasi akan rebound setelah kerugian baru-baru ini. Tingkat pendanaan biasanya naik ketika permintaan posisi long melampaui minat short, menandakan pandangan yang lebih bullish di antara pelaku derivatif.
Tren ini muncul ketika pasar yang lebih luas tetap berada di bawah tekanan, menciptakan kesenjangan antara pergerakan harga dan sentimen trader.
Also Read: Anthropic Submits Secret S-1, Eyes October IPO At Near-Trillion Valuation
Optimisme Trader
Data pasar menunjukkan tingkat pendanaan yang tinggi sering muncul ketika investor meningkatkan eksposur risiko setelah penurunan tajam. Trader kerap menggunakan leverage untuk memposisikan diri menyambut pemulihan, tetapi kondisi seperti ini juga dapat meningkatkan risiko likuidasi long jika harga terus turun.
Arab Chain mencatat bahwa tingkat pendanaan yang tinggi saat pasar lemah dapat mengindikasikan penumpukan posisi long yang terlalu ramai. Jika Bitcoin (btc) memperpanjang penurunannya, para trader bisa terpaksa menutup posisi, memperbesar volatilitas dan menambah tekanan pada Ethereum dan altcoin lainnya.
Lonjakan terbaru dalam tingkat pendanaan muncul ketika Ethereum kesulitan mempertahankan level support kunci. Pada saat penulisan, ETH diperdagangkan di sekitar $1.730, turun hampir 6% dalam 24 jam terakhir.
Kontras antara peningkatan posisi bullish dan harga yang melemah menunjukkan para trader tetap fokus pada potensi rebound, meskipun kondisi pasar yang lebih luas masih rapuh.
Read Next: SpaceX Targets June 12 Debut In The Largest IPO Ever Recorded





