XRP Merosot ke Arah $1,38, Wall Street Guyur Dana ETF Spot Senilai $1,67 Miliar

Price weakness puts XRP’s $1.35-$1.38 support zone under scrutiny after a 20% retreat from $1.70 (Image: Shutterstock)
Price weakness puts XRP’s $1.35-$1.38 support zone under scrutiny after a 20% retreat from $1.70 (Image: Shutterstock)

Arus masuk bersih kumulatif ke dana bursa (exchange-traded funds/ETF) XRP (XRP) spot di Amerika Serikat menembus $1,67 miliar per 31 Agustus, meski harga token kembali melemah ke sekitar $1,38.

Poin Utama:

  • Arus masuk bersih mingguan ke ETF spot XRP mencapai $110,49 juta pada pekan yang berakhir 28 Agustus, tertinggi sepanjang 2026.
  • Goldman Sachs mengungkap eksposur ke ETF XRP senilai sekitar $87,4 juta, menjadikannya pemegang institusional terbesar.
  • ETF ini menguasai lebih dari 1% suplai XRP beredar, namun pelepasan bulanan dari escrow terus mengimbangi penyerapan tersebut.

Arus Masuk ETF XRP Cetak Rekor Agustus

Arus masuk bersih mingguan melonjak dari $39,78 juta menjadi $110,49 juta pada pekan yang berakhir 28 Agustus, menurut data yang dihimpun SoSoValue yang menunjukkan tren akseleratif. Volume transaksi pada periode sama naik menjadi $363,03 juta dari $253,05 juta.

Total aset bersih gabungan tujuh ETF XRP yang terdaftar meningkat menjadi $1,44 miliar dari $1,33 miliar.

Sepanjang Agustus, produk-produk tersebut menarik dana lebih dari $150 juta, melampaui rekor 2026 sebelumnya sebesar $131,94 juta yang tercatat pada Mei, menurut laporan yang mengulas performa ETF XRP. Hampir seluruh dana baru itu mengalir dalam dua pekan terakhir bulan tersebut.

ETF XRP besutan Bitwise menembus ambang $500 juta aset kelolaan sembilan bulan setelah diluncurkan, sebagaimana disampaikan manajer pada 31 Agustus dalam sebuah pernyataan. Produk ini kini memegang hampir 364,8 juta token XRP. XRPZ milik Franklin Templeton muncul sebagai pesaing terdekat seiring momentum terbaru, dengan mencatat arus masuk sekitar $28,7 juta pada pekan terakhir Agustus. Canary Capital, yang membuka kategori ETF spot XRP di AS pada November 2025 dengan dana kelolaan awal sekitar $60 juta, tetap menjadi salah satu produk terbesar di kelompok ini.

Baca Juga: Kalshi Larang George Santos Seumur Hidup dan Jatuhkan Denda $71.356 atas Taruhan State of the Union

Goldman Sachs Puncaki Daftar Pemegang ETF XRP

Laporan 13F kuartal kedua yang dihimpun analis Bloomberg Intelligence, James Seyffart, menempatkan Goldman Sachs di peringkat teratas pemegang institusional ETF XRP dengan eksposur sekitar $87,4 juta, naik sekitar $83,1 juta sepanjang kuartal. Jane Street berada di posisi kedua dengan $16,6 juta, disusul Millennium Management $16,2 juta, Intesa Sanpaolo $14,4 juta, dan Marex UK Holdings $8,1 juta.

Seyffart menilai pola arus dana ini cukup tangguh karena aliran modal hampir sepenuhnya satu arah: masuk. Salah satu pelacak pasar memperkirakan kepemilikan gabungan ETF mendekati 1,11 miliar XRP, sedikit di atas 1% dari total suplai 100 miliar token. Investor ritel masih menyumbang sekitar 84% dari arus masuk, sementara pemungutan suara cloture di Senat untuk RUU CLARITY dijadwalkan pada 15 September, yang berpotensi menjadi katalis regulasi penting bagi pasar kripto.

Harga XRP Tertinggal dari Arus Dana

Ripple setiap awal bulan membuka kunci 1 miliar XRP dari escrow dan mengembalikan sebagian besar ke dalam kontrak, sehingga sekitar 300 juta token masuk ke peredaran.

Mekanisme pelepasan ini secara efektif mengimbangi porsi besar token yang diserap ETF, membantu menjelaskan mengapa pengetatan suplai melalui ETF belum mampu mendorong harga lebih tinggi secara signifikan.

XRP menguat sekitar 28% pada Agustus, menjadikannya bulan terbaik sepanjang 2026, setelah merangkak naik dari kisaran $1 pada pertengahan bulan ke level puncak $1,70 pada 22 Agustus.

Namun, token ini kemudian menghapus sebagian besar kenaikan tersebut dan pada Senin terakhir Agustus diperdagangkan di sekitar $1,38. Secara historis, XRP masih berada sekitar 62% di bawah rekor tertingginya di $3,65.

Baca Selanjutnya: Risiko Pencucian Uang di Hyperliquid Terungkap dalam Transaksi Lazarus Senilai $30 Juta

Mehjabeen Arsiwala profile photo

Mehjabeen Arsiwala

Mehjabeen Arsiwala adalah seorang jurnalis yang meliput berita kripto, DeFi, bursa, perdagangan, dan analisis pasar. Selama tiga tahun terakhir, ia berfokus pada tren dan narasi yang membentuk pasar aset digital, mulai dari aksi harga dan prediksi hingga perkembangan bursa dan sinyal on-chain. Ia mengkhususkan diri dalam pelaporan yang jelas untuk membantu pembaca memahami apa yang sedang terjadi di pasar dan mengapa hal itu penting.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.