Vitalik Buterin mengatakan kemajuan kecerdasan buatan dapat mengubah cara sistem kripto diserang dan dipertahankan, mendorong infrastruktur menuju perangkat lunak yang diverifikasi secara matematis.
Esai Buterin Menguraikan Ancaman AI
Pendiri bersama Ethereum tersebut berpendapat bahwa model AI yang semakin kuat akan membuat penemuan dan eksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak kompleks menjadi jauh lebih mudah.
Buterin menyebut bug dalam infrastruktur kripto menjadi jauh lebih mengkhawatirkan ketika alat AI mulai mengotomatiskan penemuan kerentanan, sebuah kekhawatiran yang juga disuarakan komunitas riset keamanan.
Ia menyoroti infrastruktur Ethereum (ETH), mekanisme konsensus, dan kriptografi pasca-kuantum sebagai target prioritas untuk pertahanan yang lebih kuat.
Alih-alih hanya mengandalkan audit tradisional, Buterin mengatakan pengembang sebaiknya mengadopsi verifikasi formal, sebuah pendekatan yang membuktikan secara matematis bahwa kode berperilaku sesuai yang dimaksud dalam kondisi tertentu.
Juga Baca: Crypto Funds Bleed $1.07B As Iran Tensions End Six-Week Inflow Run
Verifikasi Formal Sebagai Pertahanan
"AI memberi Anda kemampuan menulis kode dalam volume besar dengan mengorbankan akurasi, dan verifikasi formal mengembalikan akurasi tersebut," tulis Buterin.
Ia menanggapi peneliti yang berargumen bahwa perangkat lunak hasil AI menjadi mustahil untuk dipercaya sepenuhnya, dengan menyajikan pandangan yang lebih optimistis.
Buterin meyakini pengkodean berbantuan AI yang dipasangkan dengan alat verifikasi pada akhirnya dapat menghasilkan perangkat lunak yang lebih kuat dibanding buatan manusia semata.
Ia juga menyoroti proyek aktif seperti Arklib dan evm-asm, yang berfokus pada pengamanan infrastruktur kriptografi dan perangkat lunak Ethereum Virtual Machine.
Esai tersebut memperingatkan bahwa verifikasi formal bukanlah obat mujarab. Bahkan sistem yang terbukti secara matematis pun dapat gagal ketika pengembang memverifikasi asumsi yang salah atau ketika eksploit berada di luar jalur kode yang diverifikasi.
Rekam Jejak Keamanan Buterin
Buterin menggambarkan masa depan di mana infrastruktur digital sensitif terpusat ke dalam sistem "inti aman" yang lebih kecil, terisolasi dan sangat diverifikasi, sementara aplikasi yang kurang kritis berjalan dengan izin terbatas.
Pendiri bersama Ethereum ini berulang kali kembali ke tema keamanan AI tahun ini. Pada Februari, ia menyarankan pembagian manfaat produktivitas AI antara kecepatan dan keamanan, dan pada Mei ia mendukung alat verifikasi formal seperti Lean untuk pengembangan berjaminan tinggi. Tulisan terbarunya memperluas argumen tersebut menjadi klaim yang lebih luas, dengan mengkerangkai bukti matematis sebagai jawaban paling kredibel terhadap alat serangan berbasis AI di seluruh sistem blockchain maupun internet tradisional.
Baca Selanjutnya: Iran Settles Hormuz Shipping Cover In Bitcoin, Eyes $10B Haul





