XRP Turun Mendekati $1 Saat Pembeli ETF Menguji Pasar Spot yang Lemah

profile-mehjabeen-arsiwala
Mehjabeen ArsiwalaJun, 27 2026 19:02
XRP Turun Mendekati $1 Saat Pembeli ETF Menguji Pasar Spot yang Lemah

XRP (XRP) turun ke $1,02 setelah likuidasi long meningkat, meski aliran masuk ETF memperketat suplai token dan membuka lemahnya permintaan spot.

Poin-Poin Utama:

  • XRP turun ke $1,02 setelah pembeli berleverage kehilangan kendali dan likuidasi long meningkat.
  • Kepemilikan ETF naik menjadi 938,73M XRP, memperketat suplai yang tersedia meskipun aksi harga lemah.
  • Pemulihan yang berkelanjutan masih bergantung pada kembalinya permintaan spot yang lebih luas ke pasar.

Likuidasi XRP

Menurut sebuah analisis yang ditulis oleh Muriuki Lazaro dan ditinjau oleh Saman Waris, XRP milik Ripple turun setelah pembeli berleverage kehilangan kendali atas pasar.

Token ini awalnya turun menuju $1,07, lalu memicu hampir $9 juta likuidasi long pada 25 Juni. Binance menyumbang sekitar $4,5 juta dari total tersebut, menunjukkan seberapa besar leverage yang menumpuk di satu bursa.

Saat penjualan paksa menyebar, trader derivatif mengurangi eksposur alih-alih menambah posisi baru.

Open interest Binance turun menjadi sekitar $205 juta, level terendah sejak 22 Maret, sementara open interest Bybit turun ke sekitar $185 juta, menurut data CryptoQuant yang dikutip dalam laporan tersebut. Penurunan paralel ini menunjukkan kelebihan spekulatif telah tersapu keluar, yang dapat meredakan tekanan turun karena posisi long lemah tidak lagi menunggu untuk dilikuidasi.

Meski begitu, leverage yang lebih rendah sendiri tidak otomatis menciptakan pemulihan. Pembeli baru perlu menggantikan posisi yang dilikuidasi agar XRP dapat mengubah stabilisasi menjadi rebound yang lebih kuat.

Juga Baca: Bitcoin Kembali ke $60K Saat Penjualan Whale Akhirnya Mulai Mereda

ETF XRP

Permintaan ETF mengurangi suplai XRP yang tersedia meski harga melemah, menurut data XRP Insights.

Arus masuk bersih mencapai 4,82M XRP di minggu ke-26, mengangkat total kepemilikan ETF hampir 10% menjadi 938,73M XRP. Saldo tersebut setara sekitar 1% dari suplai beredar.

Setiap penciptaan ETF baru membutuhkan pembelian XRP spot, yang dapat mengeluarkan token dari pasar terbuka dan membatasi inventaris yang bisa dijual jika permintaan berlanjut.

Masalahnya adalah partisipasi spot yang lebih luas tidak meningkat dalam kecepatan yang sama. Kesenjangan itu menjaga tekanan pada harga dan menurunkan valuasi ETF dari lebih dari $1 miliar menjadi $989 juta, meskipun akumulasi institusional meningkat.

Kondisi pasar sekarang bergantung pada apakah pembelian ETF bertemu dengan permintaan spot yang lebih kuat. Tanpa kaki kedua tersebut, pengetatan suplai mungkin terus berlanjut di latar belakang tanpa menghasilkan kenaikan tajam langsung. Penurunan terbaru XRP juga memperpanjang fase lemah yang membawa token dari zona support lebih tinggi menuju $1, sehingga fluktuasi harga terakhir menjadi ujian apakah arus institusional dapat mengimbangi keraguan pasar spot.

Baca Selanjutnya: Mengapa CEO Ripple Menantang Model Treasury Bitcoin Saylor?

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
XRP Turun Mendekati $1 Saat Pembeli ETF Menguji Pasar Spot yang Lemah | Yellow