Arus Masuk ETH Sentuh $83 Juta Saat Volume DEX Turun 22%: Sinyal Mana yang Lebih Kuat?

Arus Masuk ETH Sentuh $83 Juta Saat Volume DEX Turun 22%: Sinyal Mana yang Lebih Kuat?

Ethereum (ETH) membukukan arus masuk modal harian sebesar $83 juta, ditopang aktivitas jaringan yang lebih bergairah dan memicu harapan pemulihan harga.

Poin Utama:

  • Ethereum mencatat arus masuk $83 juta dan net flow $58,5 juta hanya dalam satu hari.
  • Biaya jaringan dan jumlah transaksi tetap kuat, tetapi volume DEX dan suplai stablecoin menyusut.
  • Data yang saling bertolak belakang ini menunjukkan modal mulai kembali, namun aktivitas di ekosistem masih timpang.

Arus Masuk Modal ke Ethereum

Data Artemis menunjukkan Ethereum menerima arus masuk modal senilai $83 juta dalam 24 jam terakhir, dengan net flow mencapai $58,5 juta. Kenaikan ini mengindikasikan investor kembali menyalurkan dana ke jaringan setelah periode volatilitas pasar.

Biaya transaksi jaringan juga naik, dengan rata-rata pendapatan biaya harian sekitar $200.000. Kenaikan fee ini mengisyaratkan tingkat pemanfaatan jaringan yang lebih tinggi, meski harga ETH di pasar masih melemah. Jika arus masuk dan pertumbuhan fee ini berlanjut, keduanya berpotensi memperkuat sisi permintaan.

Sepanjang sebagian besar 2026, jaringan Ethereum memproses sekitar 2,5 juta transaksi per hari, menurut laporan sebelumnya dari AMBCrypto. Angka ini jauh di atas kisaran 1,5–1,6 juta transaksi per hari pada 2025.

Baca Juga: Sam Altman dari OpenAI Nyatakan Singularitas Sudah Tiba, 10 Tahun Setelah Menyebutnya Tidak Mungkin

Risiko di Pasar Ethereum

Data arus masuk yang kuat belum otomatis berbuah pada pertumbuhan seimbang di pasar keuangan terdesentralisasi (DeFi) Ethereum. Volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) merosot dari puncak $1,529 miliar pada 8 Juli menjadi sekitar $360,9 juta.

DeFiLlama juga mencatat penurunan sekitar 22% selama tujuh hari terakhir, menandakan turunnya minat trading di bursa-bursa berbasis Ethereum.

Likuiditas stablecoin bergerak searah.

Kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan Ethereum menyusut sekitar $4,8 miliar sejak awal Juli, menjadi kira-kira $149,129 miliar, termasuk hampir $1 miliar arus keluar dalam sepekan terakhir saja. Penurunan ini krusial karena aktivitas di DEX dan stablecoin merupakan sumber likuiditas utama untuk trading, lending, dan layanan on-chain lainnya.

Pada saat laporan ini disusun, Ethereum diperdagangkan di kisaran $1.888. Kenaikan jumlah transaksi, biaya jaringan yang meningkat, dan net flow yang membaik dapat dibaca sebagai sinyal undervaluasi. Namun penurunan volume di bursa menunjukkan permintaan pasar belum sepenuhnya pulih.

Data terbaru ini memperpanjang pola sepanjang 2026, di mana pemanfaatan jaringan Ethereum cenderung lebih kuat dibanding kinerja harga tokennya.

Kesenjangan tersebut menjadi bahan bakar bagi skenario bullish, meski pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa setiap reli besar tetap bergantung pada likuiditas dan aktivitas trading yang berkelanjutan.

Artikel Selanjutnya: Strategy Kantongi $3,225 Miliar Tunai dan Belum Membeli Bitcoin Selama Sebulan

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.