Ethena dan FalconX meluncurkan fasilitas pinjaman beragunan senilai US$1 miliar yang akan menyalurkan aset pendukung USDe (USDe) ke kredit institusional yang berlebih agunan (overcollateralized).
Poin Penting:
- Fasilitas menggunakan kendaraan tujuan khusus (special purpose vehicle/SPV), dengan FalconX bertindak sebagai originator dan pengelola pinjaman, sementara kustodian pihak ketiga memegang agunan.
- Peminjam wajib menyerahkan agunan dengan nilai lebih tinggi dari dana yang diterima, dan Ethena memegang klaim prioritas pertama atas aset di dalam struktur tersebut.
- Pinjaman institusional sudah mencapai 6,9% dari cadangan pendukung USDe pada awal Juli, sementara eksposur ke basis trade kripto turun menjadi 1%.
Fasilitas FalconX Salurkan Aset Pendukung USDe ke Pinjaman Beragunan
Kedua perusahaan ini menggambarkan kerja sama tersebut sebagai struktur pembiayaan gudang (warehouse financing) yang dibangun lewat sebuah SPV, dengan FalconX berperan sebagai originator, servicer, sekaligus manajer agunan yang dijaminkan untuk setiap pinjaman.
Klien institusional dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mendukung strategi perdagangan, pengelolaan kas korporasi, dan layanan pembayaran. Kedua pihak memperkirakan komitmen fasilitas akan bertambah seiring meningkatnya permintaan pinjaman. Hingga pengumuman hari Rabu, besaran dolar dalam struktur ini belum pernah dipublikasikan.
Peminjam diwajibkan menjaminkan aset bernilai lebih besar dari dana yang ditarik. Selisih nilai ini menjadi bantalan yang dapat dilikuidasi FalconX bila nilai agunan turun. Aset jaminan disimpan oleh kustodian independen terpilih, bukan oleh peminjam. Ethena memegang hak klaim pertama atas seluruh aset yang berada di dalam kendaraan tersebut.
Baca Juga: Watermark Tersembunyi Claude Merusak Seni Menulis, Kata Gruber
Guy Young: Kredit Jadi Sumber Imbal Hasil Baru Bagi Ethena
Pendiri Ethena Labs, Guy Young, menyebut pinjaman institusional beragunan sebagai salah satu sumber imbal hasil terbesar dan paling tahan lama di dunia keuangan, dan menilai modal on-chain sejauh ini nyaris belum menyentuh segmen tersebut.
Ia membingkai kesepakatan ini sebagai kanal terstruktur menuju kredit institusional beragunan. Kepala divisi kredit FalconX, Craig Birchall, menambahkan bahwa pembiayaan aset digital tengah bergeser dari kumpulan likuiditas yang terfragmentasi menuju struktur permodalan terpadu yang sekaligus dapat mendukung strategi perdagangan, manajemen kas, dan solusi pembayaran.
Keduanya menyebut skema ini sebagai salah satu penempatan modal on-chain terbesar ke kredit institusional beragunan sejauh ini.
Pergeseran ini penting karena secara efektif menukar profil risiko: dari paparan pada pendapatan pendanaan kontrak futures perpetual menjadi paparan pada kinerja peminjam, kualitas agunan, dan kekuatan penegakan klaim hukum. Baik Ethena maupun FalconX tidak mengungkap suku bunga, tenor pinjaman, jenis agunan yang diterima, maupun batas minimum rasio agunan yang diberlakukan.
Komposisi Cadangan USDe Beranjak dari Basis Trade
Ethena sudah mengubah komposisi cadangan pendukung USDe selama beberapa bulan sebelum pengumuman ini. Data tata kelola mencatat portofolio pinjaman institusional sebesar US$310 juta, atau 6,9% dari total cadangan, per 3 Juli, dengan estimasi imbal hasil tahunan di kisaran 4%–7%.
Penyaluran kredit melalui pasar DeFi tercatat sekitar US$2 miliar atau 46% dari cadangan, sementara stablecoin likuid menyumbang 35% portofolio dan aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA) sekitar 11,2%.
Posisi basis kripto—strategi derivatif yang menjadi fondasi awal desain dolar sintetis ini—menyusut menjadi sekitar US$39 juta atau 1% dari cadangan, dengan kinerja minus 0,1% pada periode tersebut. Laporan yang sama menunjukkan rasio jaminan sebesar 101,59% dan dana penyangga (reserve fund) sekitar US$62 juta. Laporan ini terbit beberapa minggu sebelum protokol resmi menunjuk FalconX sebagai rekanan kredit pada 13 Agustus.
Baca Selanjutnya: Bitcoin Bisa Tembus Kembali US$100.000 Sebelum Halving 2028, Kata Scaramucci





