Cadangan Ethereum Sentuh Rekor Terendah Saat 31,6 Juta Token Keluar dari Bursa

Alexey Bondarev
Alexey BondarevMar, 04 2026 9:09
ETH closes April pressed against $2.4K with higher lows forming below the long-running resistance ceiling (Image: Shutterstock)
ETH closes April pressed against $2.4K with higher lows forming below the long-running resistance ceiling (Image: Shutterstock)

Ethereum (ETH) exchange reserves dropped to an all-time low in early March after 31.6 million ETH left centralized platforms, a move that coincided with Vitalik Buterin's call for the network to serve as the foundation for what he described as "sanctuary technologies" designed to resist government and corporate overreach.

Apa yang Terjadi: Arus Keluar ETH dari Bursa Cetak Rekor

Saldo ETH di bursa turun dari 16,8 juta menjadi 15,9 juta sejak awal tahun, mencapai level terendah yang pernah tercatat pada 2 Maret.

Penarikan meningkat bahkan ketika konflik militer memanas secara global. Alih-alih memicu aksi jual panik, ketegangan geopolitik justru tampak mendorong investor ke arah sebaliknya — menuju akumulasi.

"Ketika pergerakan semacam ini bertepatan dengan level harga yang sensitif, itu dapat mencerminkan peningkatan keyakinan untuk menahan dalam jangka panjang atau realokasi posisi yang strategis," kata analis Arab Chain.

Secara terpisah, Buterin menerbitkan sebuah tulisan pada 3 Maret yang berargumen bahwa Ethereum belum memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan kehidupan nyata masyarakat. Ia mengusulkan agar jaringan ini memosisikan diri dalam ekosistem alat sumber terbuka yang membantu orang berkomunikasi, mengelola aset, dan bekerja sama menuju tujuan bersama — sambil tetap tangguh terhadap tekanan dari pemerintah, korporasi, dan sensor.

Juga Baca: Dogecoin Falls Under $0.0950 With Bears Leading

Mengapa Penting: Menahan di Tengah Ketidakstabilan

Kerangka berpikir Buterin muncul pada saat perilaku on-chain sudah mencerminkan pergeseran sentimen investor. Cadangan bursa yang berada di rekor terendah menunjukkan para pemegang memindahkan ETH ke penyimpanan mandiri alih-alih bersiap untuk menjual.

Pola ini menunjukkan bahwa meski menanggung kerugian belum terealisasi, investor memperlakukan ETH sebagai aset yang layak dipegang selama periode ketidakstabilan. Visi Buterin tentang Ethereum sebagai infrastruktur untuk otonomi digital — bukan semata instrumen finansial — mungkin masih jauh dari terwujud, namun aliran modal mengindikasikan pasar setidaknya sebagian selaras dengan tesis jangka panjang tersebut.

Baca Berikutnya: Can Bitcoin Break $70K While Gold Stumbles?

Alexey Bondarev profile photo

Alexey Bondarev

Alexey Bondarev adalah Kepala Konten di Yellow.com, dan telah meliput dunia kripto selama 10 tahun terakhir. Ia mengkhususkan diri pada artikel Riset dan Belajar yang mendalam, dengan fokus pada pelaporan analitis, konteks industri, serta kekuatan besar yang membentuk kripto, mulai dari era AI dan teknologi keamanan hingga inovasi fintech. Ia percaya bahwa segala sesuatu yang digital akan segera mengungguli segala sesuatu yang analog dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.