Securitize pada Kamis meluncurkan perdagangan teregulasi untuk 12 saham AS yang ditokenisasi, termasuk Apple, Nvidia dan Tesla, di blockchain Solana (SOL) bagi investor yang memenuhi syarat di Amerika Serikat dan Eropa.
Poin Penting:
- Securitize Stocks mencakup 12 emiten AS, dengan setiap token didukung satu banding satu oleh saham yang mendasarinya.
- Perdagangan berjalan di Solana melalui broker-dealer terdaftar Securitize dan penyelesaian transaksi menggunakan USDC.
- Venue digital NYSE dan OKXICE direncanakan akan mencatatkan token ini, namun keduanya belum beroperasi.
Securitize Stocks di Solana
Perusahaan tokenisasi berbasis Miami itu menyatakan produk barunya, Securitize Stocks, juga mencakup Microsoft, Amazon, Alphabet, Meta, Netflix, Circle, Strategy, Palantir dan SpaceX.
Perdagangan dijalankan melalui platform broker-dealer terdaftar milik perusahaan di Solana, dengan penyelesaian transaksi menggunakan stablecoin USDC (USDC) dan Jump Trading bertindak sebagai pembuat pasar. Setiap token didukung sepenuhnya oleh satu lembar saham yang mendasarinya.
Akses dibatasi bagi investor yang memenuhi kriteria di AS, Uni Eropa dan yurisdiksi lain yang diizinkan. Calon pembeli wajib melalui proses onboarding, verifikasi identitas dan uji kepatuhan anti pencucian uang. Perdagangan dimulai pada jam pra dan pasca pasar, sementara rencana akses 24/7 belum memiliki tanggal peluncuran.
Baca Juga: Berapa Gaji CEO Anthropic? Dokumen IPO Mengungkap Angkanya
Domingo Soal Hak Pemegang Saham
Token tersebut merepresentasikan “security entitlements” di bawah Pasal 8 Uniform Commercial Code (UCC) yang mengatur surat berharga investasi. Menurut perusahaan, struktur ini menjaga hak atas dividen dan hak suara yang berlaku. Saham yang menjadi dasar tidak akan dipinjamkan. Pemegang token bukan pemegang saham terdaftar atas emiten yang mendasarinya kecuali jika mereka melakukan konversi, yang baru terbuka ketika penerbit mengadopsi tokenisasi melalui mitra agen transfer Securitize.
Nilai pasar saham yang ditokenisasi kini telah melampaui US$3 miliar di on-chain, menurut data RWA.xyz.
Carlos Domingo, chairman dan CEO Securitize, menilai saham yang ditokenisasi seharusnya memberikan investor “lebih dari sekadar harga kemasan yang mengikuti pergerakan saham dan hanya ditawarkan di luar negeri.” Perusahaan menekankan tokennya berbeda dari produk yang sekadar melacak harga saham, sementara banyak token saham yang dipasarkan di luar negeri jarang membawa hak, keterbukaan informasi dan perlindungan setara saham biasa. Nick Ducoff, general manager kelembagaan di Solana Foundation, mengatakan ekuitas yang ditokenisasi membuka akses investasi bagi masyarakat di seluruh dunia “dengan skala internet.”
Rencana Venue NYSE dan OKXICE
Securitize memperkirakan token ini nantinya akan diperdagangkan di venue digital 24/7 yang sedang disiapkan New York Stock Exchange dan di platform milik OKXICE, joint venture antara OKX dan Intercontinental Exchange, induk NYSE. Kedua venue tersebut belum beroperasi dan pencatatan token masih menunggu persetujuan regulator.
Securitize menandatangani perjanjian awal dengan NYSE pada Maret untuk membantu membangun platform tersebut. Perusahaan ini mulai diperdagangkan di bursa sebagai SECZ pada 2 Juli setelah merger dengan perusahaan cek kosong yang didukung Cantor Fitzgerald, sekaligus mentokennya sahamnya sendiri di Solana dan Avalanche (AVAX) pada hari yang sama. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyusul pada 17 September dengan pemberian “innovation exemption” yang membuka jalan bagi bursa khusus sekuritas ter-tokenisasi, dan OKXICE pekan ini telah memberitahu regulator atas rencananya.
Selanjutnya: 722 Makalah AI Matematika OpenAI Dipublikasikan, Kini Giliran Komunitas Matematika Menilai

