Seorang trader meraup sekitar $1 juta dari unusual price action pada token BROCCOLI(714) di Binance pada 1 Januari 2026.
Token meme dengan likuiditas rendah tersebut surged dari $0,018 ke $0,16 sebelum anjlok kembali.
Spekulasi di media sosial mengaitkan peristiwa itu dengan akun market maker yang dikompromikan.
Binance membantah adanya pelanggaran keamanan.
Apa yang Terjadi
Trader Vida mendeteksi aktivitas buku order yang tidak normal melalui peringatan otomatis yang dikonfigurasi untuk flag pergerakan harga 30% dalam 30 menit.
Buku order spot Binance menampilkan puluhan juta USDT yang menumpuk di sisi bid untuk token dengan kapitalisasi pasar $30–40 juta.
Pasar futures menunjukkan kedalaman bid yang jauh lebih kecil sebagai perbandingan.
Vida membuka posisi long selama pump artifisial tersebut, lalu berbalik ke posisi short ketika bid besar tiba‑tiba menghilang dari buku spot.
Perbedaan harga antara pasar spot dan perpetual futures menandakan aktivitas perdagangan yang tidak normal.
Analis on-chain Lookonchain melaporkan insiden tersebut melibatkan pembelian spot agresif yang dipasangkan dengan posisi futures perpetual berleverage.
Juru bicara Binance told kepada Cointelegraph bahwa bursa meluncurkan tinjauan internal.
Juru bicara tersebut mengatakan “tidak ada indikasi pelanggaran keamanan platform atau aktivitas peretas” berdasarkan pemeriksaan awal sistem.
Binance melaporkan tidak ada laporan kompromi akun melalui saluran dukungan pelanggan.
Mengapa Ini Penting
Insiden ini mengungkap kerentanan di pasar token berlikuiditas rendah di bursa‑bursa besar.
BROCCOLI merupakan salah satu dari beberapa token meme yang terinspirasi oleh anjing salah satu pendiri Binance, Changpeng Zhao.
Token tersebut sebelumnya mengalami skema pump and dump setelah unggahan media sosial CZ pada Februari 2025 tentang hewan peliharannya.
Binance mempertahankan listing untuk token berlikuiditas rendah selama berbulan‑bulan setelah aktivitasnya menurun.
Pengendalian risiko bursa tampak ikut campur dengan menghapus pesanan bid besar selama anomali tersebut.
Vida mengaitkan keberhasilan pada eksekusi disiplin dan sistem pemantauan otomatis, bukan spekulasi.
Trader itu mencatat “tidak ada whale yang cukup bodoh untuk beramal seperti itu — tidak ada whale yang bermain di pasar spot seperti ini.”

