Stablecoin mulai berfungsi kurang sebagai aset kripto pasif dan lebih sebagai infrastruktur keuangan aktif, karena data baru menunjukkan peningkatan tajam dalam frekuensi penggunaannya di seluruh pembayaran dan emerging AI-driven systems.
Catatan dari Standard Chartered pada hari Selasa menyoroti lonjakan “kecepatan” (velocity), yaitu tingkat perputaran stablecoin, yang menunjukkan bahwa dolar digital kini berputar jauh lebih sering dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Meski bank tersebut mempertahankan proyeksi jangka panjangnya tentang pasar stablecoin senilai US$2 triliun pada 2028, peningkatan kecepatan ini menandakan perubahan struktural dalam cara aset ini digunakan.
Stablecoin Bergerak Melampaui Trading ke Jalur Dunia Nyata
Secara historis, stablecoin terutama berfungsi sebagai alat likuiditas di pasar kripto. Peran itu kini berkembang pesat.
Data industri menunjukkan volume transaksi stablecoin mencapai rekor tertinggi, dengan penggunaan yang semakin terkait dengan pembayaran, penyelesaian (settlement), dan infrastruktur keuangan terdesentralisasi, bukan sekadar trading spekulatif.
Also Read: A US Senator Is Questioning the SEC — And The Justin Sun Case Is At The Center
Pada saat yang sama, riset yang lebih luas menunjukkan stablecoin berkembang menjadi jalur pembayaran penuh, yang makin sering digunakan untuk transfer lintas batas, operasi kas (treasury), dan arus bisnis-ke-bisnis.
Transisi ini membantu menjelaskan kenaikan kecepatan: stablecoin tidak hanya disimpan, tetapi juga digunakan secara aktif dalam aktivitas keuangan yang berkelanjutan.
Pembayaran AI Muncul sebagai Pendorong Pertumbuhan Baru
Pendorong utama di balik perubahan ini adalah munculnya pembayaran mesin-ke-mesin. Protokol baru memungkinkan agen perangkat lunak otonom bertransaksi menggunakan stablecoin secara real time, menyelesaikan pembayaran untuk komputasi, data, dan layanan digital tanpa campur tangan manusia.
Tren ini masih dalam tahap awal namun sudah berkontribusi pada peningkatan frekuensi transaksi, khususnya di jaringan dengan throughput tinggi. Analis memperkirakan pembayaran “agentic” seperti ini akan menjadi lapisan permintaan yang signifikan seiring waktu.
Read Next: This Rare Signal Suggests Altcoins Could Explode Before Bitcoin Moves





