Direktur makro global Fidelity mengatakan Bitcoin sedang bertransisi dari lintasan pertumbuhan power law yang secara historis curam menuju pola kurva-S internet, sebuah pergeseran struktural yang memicu kembali perdebatan apakah siklus halving empat tahunan yang tradisional masih relevan.
Apa yang Terjadi; Pergeseran Model Pertumbuhan
Jurrien Timmer memposting analisanya di platform X, dengan mencatat bahwa Bitcoin tertinggal dibandingkan aset lain termasuk emas pada 2025 setelah mengambil jeda dalam beberapa bulan terakhir.
Pakar pasar tersebut mengatakan bahwa kripto utama ini bergeser dari model power law — sebuah kerangka matematis yang menyarankan bahwa Bitcoin mengikuti lintasan pertumbuhan yang dapat diprediksi seiring waktu — dan kini justru melacak kurva-S internet.
Pengamatan ini telah memicu diskusi berkelanjutan tentang apakah siklus berbasis halving Bitcoin sudah berakhir.
Para pendukung pandangan itu mengutip adopsi institusional dan spot exchange-traded fund sebagai bukti struktur pasar bullish yang baru.
Timmer setuju bahwa pengaruh halving mulai berkurang. Ia menolak anggapan bahwa pasar bear telah selesai.
"Saya skeptis, bukan tentang memudarnya kekuatan siklus halving (yang saya setujui), tetapi tentang gagasan bahwa pasar bear tidak akan terjadi lagi," kata Timmer.
Baca Juga: Stablecoin Kini Menangani 84% Aktivitas Kripto Ilegal, Jauh Melampaui Bitcoin
Mengapa Penting; Level Harga Kunci
Dari sudut pandang teknikal, Timmer mengidentifikasi US$65.000 — kira-kira puncak siklus sebelumnya — sebagai level support krusial untuk Bitcoin. Zona penting berikutnya berada di sekitar US$45.000, tempat garis tren power law saat ini berada.
Meskipun garis tren tersebut masih jauh di bawah harga saat ini, Timmer mencatat bahwa garis itu bisa naik ke US$65.000 jika Bitcoin memasuki fase konsolidasi berkepanjangan selama tahun depan.
Data bursa mendukung kemungkinan konsolidasi BTC yang berkepanjangan.
Angka dari CryptoQuant menunjukkan total arus masuk ke bursa anjlok dari sekitar 43.940 BTC pada 31 Des. menjadi sekitar 3.970 BTC pada 5 Jan. — penurunan lebih dari 90%.
Data Santiment yang melacak Spent Coins Age Bands mengungkapkan bahwa aktivitas on-chain turun 80% pada periode yang sama, dari sekitar 28.033 BTC menjadi kurang lebih 5.644 BTC. Baik koin muda maupun tua berpindah lebih jarang, yang menyiratkan bahwa para pemegang mempertahankan posisi alih-alih menjual.
Baca Selanjutnya: Solana Menghadapi Penolakan di US$144 namun Analis Prediksi Reli Menuju US$171

