Strategy berencana memulai program keamanan Bitcoin (BTC) yang akan berkoordinasi dengan komunitas keamanan siber, kripto, dan Bitcoin global untuk mengatasi potensi ancaman dari komputasi kuantum, menurut Executive Chairman Michael Saylor.
Berbicara dalam panggilan pendapatan kuartal keempat 2025 perusahaan pada hari Kamis, Saylor mengatakan inisiatif ini dimaksudkan untuk berkontribusi pada pembentukan konsensus global dan perencanaan yang bertanggung jawab terkait risiko keamanan yang sedang muncul, termasuk komputasi kuantum, yang ia gambarkan sebagai kekhawatiran jangka panjang, bukan ancaman langsung.
Risiko Kuantum Dipandang Jangka Panjang, Bukan Langsung
Saylor mengatakan kekhawatiran tentang komputasi kuantum mewakili bagian terbaru dari sejarah panjang ketakutan eksistensial seputar Bitcoin, menyusul kekhawatiran sebelumnya mulai dari bug protokol hingga penggunaan energi dan tindakan keras regulasi.
Ia berpendapat bahwa sebagian besar pakar memandang ancaman kuantum yang kredibel masih setidaknya satu dekade lagi.
Menurut Saylor, bertindak terlalu dini dapat menimbulkan kerentanan baru.
Ia memperingatkan bahwa terburu‑buru melakukan peningkatan tanpa kesepakatan luas dapat menciptakan permukaan serangan dan kompleksitas tambahan, yang berpotensi menyebabkan lebih banyak kerugian daripada risiko yang ingin dikurangi.
Ia menekankan bahwa setiap respons harus mengikuti konsensus global, bukan tindakan sepihak.
Berkoordinasi Dengan Komunitas Keamanan Global
Program keamanan yang direncanakan Strategy dirancang untuk bekerja bersama komunitas keamanan siber, kriptografi, dan pengembang Bitcoin yang lebih luas.
Saylor mengatakan perusahaan yakin memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi secara konstruktif mengingat skala kepemilikan Bitcoinnya.
Also Read: Why The World's Biggest Stablecoin Issuer Just Invested $150M In Gold During A Market Crisis
Tujuannya, kata dia, bukan untuk mendikte solusi, melainkan membantu menyelaraskan riset, dialog, dan respons akhir di seluruh pemangku kepentingan.
Ia menambahkan bahwa banyak industri di luar kripto, termasuk keuangan dan pertahanan, menghadapi tantangan kriptografi serupa dan sudah berinvestasi besar‑besaran dalam teknologi tahan kuantum.
Bitcoin Dipandang Sebagai Infrastruktur yang Dapat Beradaptasi
Saylor menegaskan bahwa kekuatan Bitcoin terletak pada kemampuannya untuk berevolusi secara terukur.
Ia mengatakan jaringan ini secara historis mengatasi tantangan besar melalui peningkatan yang hati‑hati dan pada akhirnya membuatnya lebih tangguh.
Jika dan ketika peningkatan tahan kuantum menjadi perlu, Saylor mengatakan hal itu akan membutuhkan kesepakatan luas di seluruh ekosistem.
Sampai saat itu, ia berpendapat bahwa kehati‑hatian sangat penting untuk menghindari destabilisasi sistem yang saat ini berfungsi dengan aman.

