Ripple CTO Emeritus David Schwartz menguraikan tiga area di mana XRP (XRP) memiliki keunggulan struktural atas stablecoin, dengan berargumen bahwa token ini berfungsi sebagai aset jembatan untuk pembayaran lintas batas yang netral, bukan pesaing langsung instrumen yang dipatok dolar.
Pandangan Schwartz soal Fleksibilitas Mata Uang XRP
Dalam sebuah posting di X, Schwartz mengatakan salah satu keterbatasan utama stablecoin adalah ketergantungannya pada satu mata uang fiat. Stablecoin dolar AS hanya mengikuti dolar, yang berarti mungkin tidak melayani setiap transaksi internasional.
Pembayaran global sering kali melibatkan banyak mata uang, dan tidak selalu ada stablecoin yang cocok untuk setiap pasangan. Sebaliknya, XRP beroperasi sebagai aset jembatan yang tidak terikat pada satu sistem fiat pun.
Struktur tersebut memungkinkannya menyederhanakan transfer lintas mata uang tanpa membutuhkan banyak token.
Schwartz juga menyoroti mekanisme kontrol yang tertanam dalam stablecoin.
Penerbit dapat membekukan atau membalikkan transaksi dalam kondisi hukum atau regulasi tertentu, dan entitas yang diatur harus mematuhi perintah pengadilan.
Transaksi XRP tidak membawa tingkat kontrol tersentralisasi yang sama, membuat token ini, menurutnya, lebih tahan terhadap sensor dalam transfer lintas batas.
Juga Baca: Dogecoin Drops Below $0.089 On Bearish Signals
Potensi Pertumbuhan XRP vs. Stabilitas Stablecoin
Schwartz juga mencatat bahwa stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai tetap dan tidak menawarkan apresiasi harga. Hal itu membuatnya berguna ketika stabilitas menjadi prioritas, tetapi membatasi perannya dalam skenario lain.
Kustodi atau penyelesaian jangka panjang, misalnya, bisa mendapat manfaat dari aset dengan potensi pertumbuhan. Schwartz mengatakan mata uang digital seperti XRP dapat terapresiasi seiring waktu, memberi utilitas yang tidak dimiliki token bernilai tetap.
Integrasi Treasury Ripple
Diskusi ini muncul ketika Ripple memperluas alat perusahaan (enterprise tools) miliknya.
Perusahaan telah mengintegrasikan XRP dan stablecoin-nya RLUSD (RLUSD) ke dalam sistem manajemen treasury yang memungkinkan pejabat keuangan menangani aset fiat dan digital dalam satu antarmuka. Ripple Treasury kini mencakup akun aset digital, solusi likuiditas terintegrasi, dan koneksi ke perbankan konvensional.
Baca Selanjutnya: Riot Offloads 500 Bitcoin As Miners Eye AI Revenue






