Ekosistem
Dompet

Data Coinglass Memicu Pembelaan Terbaru Binance terhadap FUD Outflow

Data Coinglass Memicu Pembelaan Terbaru Binance terhadap FUD Outflow

Binance menanggapi kekhawatiran pasar terkait anomali data on-chain yang disorot pelacak pihak ketiga Coinglass dan DefiLlama.

Bursa tersebut noted adanya ketidaksesuaian serupa di masa lalu dengan DefiLlama, dan memperkirakan pemulihan data dalam 24–48 jam. Binance mendorong pengguna untuk memverifikasi kepemilikan secara langsung sekaligus menyarankan uji penarikan rutin di berbagai platform.

Pernyataan ini muncul setelah laporan mengenai outflow yang tidak biasa. Binance mengarahkan pengguna ke halaman proof-of-reserves untuk pengecekan aset pribadi.

Binance juga menunjuk CoinMarketCap untuk melihat total saldo. Untuk aliran aset di platform, Binance merekomendasikan OKLink.

What Happened

Coinglass highlighted ketidaksesuaian berdasarkan data publik, yang memicu reaksi negatif. Perusahaan tersebut membela analisis netralnya.

Binance menggambarkan data itu sebagai data pihak ketiga yang belum tervalidasi. Binance menyinggung insiden 2025 ketika Coinglass menunjukkan outflow $21,75 miliar, yang dikontraskan dengan data DefiLlama yang justru mencatat inflow $900 juta.

Data DefiLlama sering kali membantah klaim semacam itu, dengan menunjukkan net inflow untuk Binance.

Read also: How Did BlackRock's DeFi Dive Send Uniswap's UNI Token Surging 13%?

Why It Matters

Perselisihan ini menyoroti ketidakselarasan dalam pelacakan pihak ketiga. Pengamat mencatat FUD yang kerap muncul terkait cadangan Binance sejak kejatuhan 2022.

Data menunjukkan bursa menghadapi sorotan terkait transparansi. Usulan Binance untuk mengadakan “Withdrawal Day” tahunan bertujuan mengetes keaslian aset.

Namun, skeptis mempertanyakan apakah bukti yang dilaporkan sendiri sudah memadai. Tren industri menunjukkan peningkatan penarikan pengguna saat volatilitas melonjak.

Background

Binance, bursa terbesar berdasarkan volume, menyatakan memegang aset lebih dari $100 miliar dalam laporannya.

Coinglass berfokus pada data derivatif, sedangkan DefiLlama melacak arus DeFi.

Episode sebelumnya, seperti klaim outflow pada Oktober 2025, memicu pembelaan serupa. Regulator di seluruh dunia memantau platform semacam ini terkait risiko solvabilitas.

Read next: Galaxy CEO Novogratz Declares Crypto's 'Age Of Speculation' Over As Bitcoin Sits 47% Below Peak

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.