Tether (USDT) telah menggandeng sebuah firma akuntansi Big Four untuk melakukan audit independen penuh pertamanya, menandai perubahan signifikan dalam cara penerbit stablecoin terbesar di dunia ini menangani pengungkapan dan pengawasan keuangan.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa audit ini akan mencakup laporan keuangan penuhnya, melampaui atestasi berkala yang telah menjadi praktik standar di seluruh sektor stablecoin.
Peninjauan ini diharapkan akan memeriksa cadangan, kewajiban, dan pengendalian internal Tether dengan tingkat ketelitian yang biasanya diterapkan pada lembaga keuangan global besar.
Audit Menandai Perubahan Melampaui Atestasi
Tether, penerbit stablecoin USD₮ dengan kapitalisasi pasar yang melampaui $184 miliar, sejak lama menghadapi pertanyaan mengenai komposisi dan dukungan cadangannya.
Meskipun perusahaan telah menerbitkan atestasi berkala, para pengkritik menyoroti bahwa langkah itu belum setara dengan verifikasi menyeluruh yang diberikan melalui audit penuh.
Dengan menggandeng firma Big Four, Tether memasuki kerangka pelaporan yang lebih ketat yang dapat memberikan visibilitas lebih besar terkait bagaimana cadangannya distrukturkan dan dikelola.
Proses onboarding untuk audit ini dilaporkan melibatkan peninjauan mendetail atas sistem perusahaan, praktik pelaporan keuangan, dan struktur tata kelola.
Juga Baca: Why Central Banks Are Stockpiling Gold Instead Of U.S. Debt For First Time Since 1996
CEO Paolo Ardoino mengatakan langkah ini mencerminkan upaya untuk menyelaraskan perusahaan dengan standar pengawasan keuangan yang lebih tinggi, sementara CFO Simon McWilliams mencatat bahwa firma tersebut dipilih melalui proses kompetitif.
Tekanan Industri untuk Transparansi yang Lebih Besar
Keputusan ini muncul pada saat regulator dan pelaku pasar semakin menuntut transparansi yang lebih kuat dari para penerbit stablecoin, khususnya mereka yang beroperasi pada skala sistemik.
Stablecoin memainkan peran sentral dalam pasar kripto, memfasilitasi perdagangan, peminjaman, dan transaksi lintas batas.
Seiring meningkatnya penggunaan, kekhawatiran juga bertambah terkait apakah para penerbit memiliki cadangan yang cukup dan likuid untuk mendukung token yang beredar.
Audit penuh dapat mengatasi sebagian kekhawatiran tersebut dengan memberikan verifikasi independen atas posisi keuangan Tether.
Namun, proses ini kemungkinan akan kompleks mengingat campuran aset digital, instrumen keuangan tradisional, dan kewajiban ter-tokenisasi yang dimiliki perusahaan.
Baca Selanjutnya: Billion-Dollar Trades Before Iran Announcement Trigger Calls For SEC Investigation





