CEO Robinhood Sebut AS Harus Memimpin Regulasi Kripto Saat Eropa Melaju di Depan

CEO Robinhood Sebut AS Harus Memimpin Regulasi Kripto Saat Eropa Melaju di Depan

CEO Robinhood Vlad Tenev mendesak para pembuat undang‑undang AS untuk mengesahkan regulasi kripto yang komprehensif, dengan alasan bahwa kebuntuan regulasi telah membuat platform perdagangan itu tidak dapat menawarkan layanan staking di empat negara bagian sementara para pesaing Eropa beroperasi dengan aturan yang lebih jelas.

Apa yang Terjadi: Tenev Desak Kepemimpinan Kripto

Dalam sebuah unggahan di X, Tenev said bahwa staking tetap menjadi salah satu fitur yang paling banyak diminta di aplikasi Robinhood namun ketidakpastian regulasi memaksa perusahaan membatasi akses bagi pelanggan di empat negara bagian.

Ia mencatat bahwa token saham tersedia bagi pelanggan Robinhood di Uni Eropa tetapi tidak di Amerika Serikat.

"It's time for the US to lead on crypto policy," tulis Tenev. "Let's pass legislation that protects consumers and unlocks innovation for everyone."

Tenev menyatakan dukungan terhadap upaya kongres untuk mengesahkan RUU struktur pasar, dengan mengarahkan pernyataannya kepada Senate Banking Committee dan mitra Republikannya.

Ia mengakui masih ada pekerjaan yang harus dilakukan tetapi mengatakan perusahaan melihat jalur yang layak ke depan.

Also Read: Chainlink Draws $2.59M ETF Inflows And $4.8M Whale Accumulation In Just 2 Days

Mengapa Penting: Kerugian Kompetitif

Ketiadaan regulasi kripto tingkat federal telah menciptakan tambal sulam aturan yang menurut para ahli teknologi keuangan menempatkan perusahaan‑perusahaan AS pada posisi yang tidak menguntungkan.

Regulasi Markets in Crypto-Assets regulation Uni Eropa memberikan kepastian hukum bagi perusahaan yang tidak ada di pasar AS.

Analis berpendapat bahwa aturan yang jelas akan mempercepat pengembangan produk dan berpotensi menarik lebih banyak investasi institusional.

Kesenjangan antara lingkungan regulasi AS dan UE telah menjadi titik keprihatinan yang berulang di kalangan eksekutif industri yang memperingatkan bahwa talenta dan modal dapat terus bermigrasi ke yurisdiksi dengan kerangka aset digital yang sudah mapan.

Read Next: Pakistan Signs Deal With Trump-Linked World Liberty Financial To Explore USD1 Stablecoin Payments

Penafian dan Peringatan Risiko: Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi dan berdasarkan opini penulis. Ini tidak merupakan saran keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Aset kripto sangat fluktuatif dan mengalami risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan seluruh atau sebagian besar investasi Anda. Trading atau memegang aset kripto mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pandangan yang dinyatakan dalam artikel ini adalah pandangan penulis saja dan tidak mewakili kebijakan resmi atau posisi Yellow, pendirinya, atau eksekutifnya. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri (D.Y.O.R.) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apapun.
CEO Robinhood Sebut AS Harus Memimpin Regulasi Kripto Saat Eropa Melaju di Depan | Yellow.com